Detail Berita

Kisah Arsitektur Between Two Gates di Kotagede Yogyakarta

Jumat, 04 Oktober 2019 - 22:02:02 WIB
TEMPO.CO, Yogyakarta - Rumah-rumah lama di Kotagede, Yogyakarta, mempunyai keunikan. Sebagian rumah dibangun dalam satu pekarangan dengan satu pintu gerbang. Semacam cluster. Tembok-tembok rumah sekaligus menjadi pagar lingkungan dalam satu pekarangan. Ada pula rumah-rumah dalam satu pekarangan yang mempunyai dua pintu gerbang yang berada di Kampung Alun-alun di Kelurahan Purbayan, Kotagede. Masyarakat menyebutnya sebagai perumahan Between Two Gates. Kenapa disebut Between Two Gates? Sebabnya, rumah-rumah itu dibangun berbanjar dari timur ke barat dan saling berhadapan utara dan selatan. Deretan rumah-rumah itu dipisahkan jalan kecil seperti lorong yang menghubungkan dua gerbang yang masing-massing di ujung timur dan barat. Ada sembilan rumah yang dibangun. Uniknya, satu kepemilikan rumah terbagi di sisi utara dan selatan yang saling berhadapan. Artinya, setiap rumah yang berhadapan adalah milik satu orang. Rumah induk berada di sisi utara menghadap selatan. Masyarakat setempat meyakini bangunan tak boleh menyamai bangunan keraton yang menghadap ke utara, melainkan menghadap ke selatan atau menghadap keraton. Namun hasil sejumlah penelitian menyebutkan ada alasan fungsional mengapa rumah menghadap selatan. "Sisi selatan itu pantai (pantai selatan), utara itu gunung (Merapi). Manfaatnya, kalau malam bisa menyimpan angin sehingga tidak panas," kata pemandu Jelajah Pusaka Kotagede, Lutfi Eviyani, Minggu 21 April 2019. Sementara bangunan yang berseberangan dengan rumah induk adalah area publik atau berupa pendapa. Untuk akses jalan, setiap penduduk yang tinggal di sana mesti merelakan sebagian lahannya selebar sekitar 1,5 meter. Dengan kata lain, bangunan setiap pemilik dibelah jalan untuk akses keluar masuk. "Istilahnya itu tanah rukun. Merelakan tanah di tengah-tengah jalan untuk menjadi milik bersama," kata pemandu lainnya di Jelajah Pusaka Kotagede, David Nugroho. Setiap bangunan rumah di Between Two Gates menunjukkan kerukunan dan keguyuban antar penduduk. Pertama, mereka bisa menggunakan pendapa sebagai tempat untuk mengadakan pengajian atau aktivitas bersama lainnya. Penduduk yang rumahnya lebih sempit bisa meminjam pendapa tetangganya. Kedua, bangunan-bangunan induk yang berimpitan dengan bangunan tetangga satu dan lainnya dipisahkan pintu yang saling berhubungan di bangunan belakang. Semisal ada tamu dan kehabisan gula atau teh, mereka bisa meminta gula atau teh dari tetangga sebelah lewat pintu belakang tanpa mempermalukan diri di hadapan tamu. "Mereka memegang prinsip tetangga itu keluarga terdekat. Kabar baik dan buruk, tetangga paling tahu lebih dulu," kata Lutfi. Bentuk keguyuban juga ditandai dengan dibuatnya tempat duduk dari beton di samping atau depan rumah. Bentuknya biasanya berundak di depan rumah. Tempat duduk-duduk itu disebut tadhah bokong atau tempat bokong. "Ini tempat ngobrol, chit-chat sama tetangga sehabis menyapu halaman," ucap Lutfi. Ada pula pilar penyangga yang disebut bahu danyang karena bentuknya seperti bahu orang yang tengah menyangga beban di atasnya. Bahu danyang berupa kayu yang menghubungkan dinding atau tiang penyangga dengan atap rumah. Lutfi menjelaskan, bahu danyang hanya terdapat di rumah joglo yang ada di Kotagede. Ada yang mengatakan untuk tolak bala. "Tapi hasil kajian arsitek hanya untuk penyangga bangunan saja. Semakin rumit ukirannya, semakin tinggi status sosialnya," tutur Lutfi. Sementara desain rumah induk berupa teras di sisi depan, ruang lapang dengan empat pilar di sisi tengah, dan tiga ruang senthong yang disebut senthong kiwo, senthong tengen, dan senthong tengah. Dulu, senthong tengah dikosongkan sebagai tempat sesembahan Dewi Sri atau Dewi Kesuburan. Kini biasanya digunakan untuk salat. Senthong kiwo dan tengen digunakan untuk menyimpan senjata pusaka. Namun sekarang digunakan sebagai ruang tidur. Sumber : https://travel.tempo.co/read/1200102/kisah-arsitektur-between-two-gates-di-kotagede-yogyakarta/full&view=ok

Tags : arsitektur, bangunan, berita

Lihat Juga

Tentang Kami

PT. Sukses Megah Persada adalah perusahaan  yang bergerak di bidang Kontraktor, Developer dan Perdagangan umum. => Pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan untuk bidang Kontraktor dan Developer antara lain : 1. Sipil Struktur dan Arsitektur,    untuk Struktur, meliputi     ...[Selengkapnya]

Jumlah Pengunjung

Pengunjung hari ini : 14
Total pengunjung : 90509

Hits hari ini : 55
Total Hits : 214124

Pengunjung Online: 1

214124


Hubungi Kami

  • Email : admin@suksesmegahpersada.com
  • Office :
    Komplek Kurdi Regency, Jl. Kurdi Barat 1 No.1A Bandung, Jawa Barat 40243
  • No.Telpon : (022) 5209661
  • Handphone :
    0878 2383 4368
    0898 7006 868 (WA)