JAKARTA - Nama Ir. Ciputra mungkin lebih dikenal karena salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, dan sejumlah kepemilikan properti. Namun, mungkin belum banyak yang mengetahui jika dia seorang arsitektur.
Dr.Ir. Ciputra lahir di kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan, dia anak ketiga dari pasangan Thie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga berlatar belakang keluarga sederhana.
Dalam bukunya *Mengenal Tokoh Arsitek Indonesia* karya Irfan Arifuddin yang dirangkum Okezone, Senin (8/2/2016), pendidikan masa remaja dirinya memang merupakan gabungan dari pendidikan yang akademis dan juga non akademis, di dalam kelas dan juga di luar kelas.
Inilah yang dapat disebut sekolah kehidupan yang membuat seseorang tumbuhn menjadi pribadi yang mandiri dan utuh. Oleh karena itu, tidak heran bila saat ini dia berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membangun manusia seutuhnya dan beberapa cirinya adalah membangun moral, mendorong kreativitas dan mendidik karakter-karakter mandiri siswa-siswinya.
Karya-karya besar Ciputra begitu beragam karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Dia kini mengendalikan lima kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti.
Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur ITB. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, dirinya membentuk biro arsitek. Proyek yang mereka tangani antara lain, gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh.
Dengan bendera PT Perentjana Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputa adalah pembangunan pusat perbelanjaan di Senen. Kemudian, ditindaklanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya. Setelah Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancoldan Bintaro Jay.