JAKARTA - Isu pemanasan global kerap mendapatkan perhatian khusus. Gerakan untuk menghemat energi selalu gencar dilakukan, mulai dari hal-hal kecil sampai saat membuat konsep untuk membangun rumah.
Rumah tinggal selalu dijadikan tempat untuk berkumpul dan beraktivitas bersama keluarga. Mungkin sebagian dari Anda ada yang belum mengetahui bahwa rumah tinggal juga banyak menyerap energi bumi, malah terbesar nomor dua setelah industri. Arsitek Rizky Artando menguraikan, bila kembali membicarakan konsep rumah ramah lingkungan, artinya Anda harus mengetahui dulu penggunaan materialnya serta aspek-aspek yang terkait.
Misalnya rancangan arsitektur bangunan, metodologi membangun, material bangunan, efisiensi penggunaan air, dan life cycle ecological living. Bila Anda membangun rumah ramah lingkungan, berarti Anda juga telah ikut menjaga kelestarian lingkungan.
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan rumah ramah lingkungan, yaitu dengan efisiensi pencahayaan, efisiensi ruang, merencanakan bahan untuk bangunan dan penempatan ventilasi, merancang atap yang tepat agar memberikan kesan dingin, material yang ramah lingkungan, pemanfaatan lahan hijau, dan yang terakhir adalah gaya hidup hemat.
“Rumah ramah lingkungan selalu memanfaatkan pencahayaan alami sinar matahari. Pencahayaan alami bisa didapat dengan membuat jendela besar atau bisa juga menggunakan pencahayaan atas yang dibuat melalui lubang atap. Desain rumah dapat dibuat lebih terbuka, kurangi penggunaan sekat, dan menggabungkan fungsi ruang,” kata Rizky.
Menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan adalah pilihan yang baik dibandingkan harus memboroskan ruang dengan menggunakan sekat. Misalnya menggabungkan fungsi ruang tamu dengan ruang keluarga. Dengan menggabungkan fungsi ruang tersebut akan membuat nyaman dan memaksimalkan aktivitas keluarga Anda.
“Bangunan ramah lingkungan dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang bagian dalam dan luar. Bagian teras bisa dibuat lebih lebar. Gunakan model ventilasi bersilang dan void yang berimbang,” imbuh Rizky.
Langkah selanjutnya, kata Rizky, pilih material atap yang memiliki pengantar panas yang kuat dan bisa memantulkan panas dengan baik. Arsitek asal Sumatera Utara itu memberikan saran, untuk bahan atap sebaiknya pilih bahan tanah atau keramik.
Jangan lupa untuk menambahkan lembaran alumunium foil yang bisa dipasang di bawah penutup atap. Bahan tersebut bakal memberikan rasa nyaman dan menjadikan hawa di dalam rumah semakin sejuk.
Pendingin ruangan bukan satu-satunya solusi untuk membuat rumah terasa nyaman dan sejuk. Dengan membangun rumah ramah lingkungan menggunakan material tertentu, hal itu juga dapat memberikan kenyamanan kepada penghuninya.